7 Permainan Tradisional (pengalaman)

Permainan Tradisional Sangat Suka Saya Mainkan

7 Permainan Tradisional ini biasa saya mainkan waktu kecil dulu.

Permainan tradisional adalah permainan yang sudah ada sejak nenek moyang jaman dahulu. Yang di ciptakan untuk wahana bermain anak-anak.

Jangan ngaku pernaah kecil kalau belum pernah main ini

Jaman sekarang memang beda jauh dengan jaman dulu. Jaman dulu segala macam akses semuanya terbatas, beda dengan jaman sekarang semua bisa mendunia dalam sekejap.

Jangankan chatingan, bahkan video call an, untuk sms saja tidak bisa. Jaman ku itu belum ada yang memiliki hp satu orang pun.

Dengan akses yang terbatas, orang yang membutuhkan bantuan orang lain akan datang ke rumahnya. Itu yang menciptakan kerukunan dan menjalin persaudaraan.

Tidak seperti sekarang semuanya tinggal pencet dan hanya bermodal pulsa maupun kuota. Di jamanku itu banyak sekali permainan yang asik sekali untuk di mainkan.

Hanya bermodal perkumpulan teman-teman sudah bisa bermain. Di jaman sekarang jarang sekali di temukan segerombol anak-anak bermain di lapangan.

Jaman sekarang anak-anak kecil banyak di temukan di warnet-warnet ataupun rental ps. Dan mereka sedang asyik bermain game online.

Inilah permainan tradisional yang pernah saya mainkan tentunya.

Main Gunduan/kelereng

Gunduan adalah permainan tradisional yang di ciptakan anak jaman dulu untuk bermain. Cara bermainnya yaitu dengan sebuah kelereng.

Kelereng adalah sebuah benda berbentuk bulat yang terbuat dari kaca. Dengan ukuran yang kecil.

Anak jaman dulu pasti tahu dengan benda yang satu ini, dan pasti pernah memainkannya juga. Kalau yang belum pernah sih kebangetan pisan ya gan wkwkwk….

Permainan ini sangat seru jika di mainkan bersama teman-teman. Apalagi kalau menang dalam permainan, terasa bahagia sekali rasanya.

Saya itu termasuk anak yang jago dalam permainan ini. Di setiap permainan pasti saya selalu menang gan. Dan membawa banyak kelereng yang saya dapatkan.

Main Bancakan

 

Bancakan ini bukan makanan ya gan, bancakan adalah permainan tradisional yang ada dari indramayu. Yang terbuat dari tumpukan pecahan genteng yang kemudian di lempari batu.

Cara mainnya ada yang jaga tumpukan genteng tersebut dan ada juga yang melemparinya dengan batu.

Ketika tuumpukan gentengnya jatuh para pemain akan mengambil kembali batu tersebut. Dan tidak boleh sampai tertangkap.

Apabila tertangkap maka akan menggantikan yang menjaga tumpukan genteng tadi. Saya sendiri saya sendiri sangat suka memainkannya.

Bermain dengan teman-teman itu sudah jadi kebiasaan saya untuk bermain bancakan di sore hari. Saya dan teman-teman biasa bermain sampai lupa waktu karena saking asyiknya.

Main Ongretan/Petak umpet

Dulu saya juga sangat suka bermain ongretan dengan kawan-kawan. Sampai-sampai saya ngumpet sangat jauh sekali.

Ada yang berbuat curang juga dengan ngumpet di dalam rumah, biar yang mencari kebingungan wkwk.

Permainan tradisional ini biasanya sangat di sukai oleh anak perempuan, namun tidak sedikit pula anak laki-laki yang ikut bermain juga.

Pastinya sudah pada tahukan gan cara mainnya secara jaman sekarang kan biasa di mainkan ibu-ibu dengan anaknya. Ya maklumlah ibunya kan dulu pernah anak-anak juga wkwkwk…

Permainan ini biasa di mainkan di sore hari, jaman dulu kalau sore pasti banyak anak-anak. Beda sama jaman sekarang anak-anak ntah pada kemana.

Main Glatikan

Glatikan adalah permainan tradisional yang suka saya mainkan ketika sedang puasa ramadhan. Sambil ngabuburit bersama kawan-kawan biasanya saya main glatikan.

Glatikan merupakan permainan yang diciptakan dari dua potong kayu yang mempunyai ukuran berbeda. Panjangnya yang satu sekitar 60-80 cm dan yang satunya 15-20 cm an.

Permainan ini banyak di gemari oleh anak sekolah dasar dikala jam istirahat sekolah. Jaman saya dulu permainan ini paling seru di mainkan dan tidak pernah bosan.

Dikala istirahat sekolah saya dan teman-teman sering bermain glatikan sampai waktu jam istirahat habis. Setelah itu baru lah saya jajan minuman, jangan di tiru ya gan

Main Selodoran

Selodoran adalah sebuah permainan tradisional yang yang di mainkan biasanya di lapangan bulu tangkis. Karena mempunyai garis mempunya garis kotak.

Biasanya sering saya mainkan di lapangan dekat rumah maupun di sekolah. Permainan ini sebagai ganti dari permainan glatikan, dikala saya dan teman-teman bosan.

Adapun jumlah pemainnya adalah terdiri dari 8 orang yang masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang.

Permainan ini sangatlah seru di mainkan dari pada dengan permainan glatikan. Mengingat cara mainnya juga berbeda dengan glatikan.

Cara mainnya adalah ke empat orang yang jaga masing-masing menjaga garis. Yang menjaga garis harus mempertahankan daerahnya agar tidak di masuki oleh lawan.

Kemudian yang empat orang lagi tugasnya membobol pertahanan lawannya. Bagi yang lolos di pertahanan pertama maka harus melewati pertahanan kedua, dan begitu seterusnya.

Main Bon-Bonan

Bon-bonan adalah permainan tradisional yang paling seru di mainkan pada malam hari.  Permainan ini banyak di gemari oleh anaak kecil maupun orang dewasa.

Di jaman dulu  saya sering bermain bon-bonan saat ramadhan tepatnya sehabis sholat tarawih. Banyak anak-anak yang berkumpul di halaman masjid dan banyak juga dari orang dewasa.

Aturan mainnya adalah dengan mempertahankan batu agar lawan tidak menyentuh tersebut. Jika lawan sampai menyentuh itu tandanya sang lawan memperoleh gol.

Ya mirip permainan bola sih namun ini bukan merebut bola melainkan merebut orang. Jika lawan menuju gawang kita maka sang lawan akan di kejar dan di tangkap.

Bila tertangkap artinya pasukan lawan gugur satu dan tidak boleh main lagi.

Main Enggrang

Enggrang adalah suatu alat yang di ciptakan dari kayu maupun dari bambu yang pempunyai bentuk yang unik. Enggrang bisa di buat oleh siapa pun baik dari kaum anak-anak maupun orang dewasa.

Permainan enggrang biasa saya mainkan ketika sore hari, waktu belum bisa menaikinya dulu saya sering terjatuh. Akibatnya banyak luka yang membekas di kaki saya.

Mulai dari enggrangnya patah, pakunya copot dan masih banyak lagi. Pada waktu itu dengan rasa ingin mencoba main enggrang akhirnya saya membuatnya sendiri.

Dari kayu yang apa adanya saya buat dengan bentuk yang asal, maksudnya asal jadi hehe…

Awal saya menaiki dan saya sering terjatuh dan saya coba berulang-ulang masih tetap tidak bisa. Akhirnya pas sekali jalan dan bisa enggrang yang saya naiki patah.

Akibat kurang kekarnya tancapan paku mengakibatkan enggrang menjadi rusak. Dan paku tersebut mengenai kaki saya.

Dengan mata berlumur air saya menangis kesakitan. Namun, saya tidak kapok untuk mencoba lagi. Akhirnya saya membuat enggrang yang baru dari bambu.

Hasilnya cukup bagus dan kekar, saya pun langsung mencobanya dan tidak saya sangka saya langsung bisa menaiki enggrang tersebut.

Kaki yang terkena paku pun tidak terasa akibat senangnya bisa bermain enggrang. Dan saya pun terus memainkanya setiap hari.

Komentar