Bacaan Sholat Fardu, Sunnah, Pengertian Dan Tata Cara  Sesuai Dengan Nabi

Bacaan Sholat – Banyak sekali di antara kaum muslim yang belum terbiasa dengan sholat. Bahkan banyak yang tidak hafal dan tidak tahu bacaan sholat terkhusus bagi kita yang masih awwam. Atau bagi anda yang baru masuk islam, namun seharusnya anda adalah seorang muslim sejati yang tau akan makna islam.

Bukan menjadi orang yang acuh dalam beragama, menjadi seorang muslim sejati bukanlah hal yang menakutkan. Dan bukan pula dengan kita islam akan kehilangan semua harta dan semuanya.

Jangan ragu untuk menjadi muslimyang baik yang hakikatnya akan bahagia kelak di akhirat.

Sholat sendiri adalah merupakan rukun islam yang ke dua, jika anda benar-benar seseorang yang muslim anda wajib menunaikan sholat.

Sebelum kita memasuki bacaan sholat saya akan terlebih dahulu akan menjelaskan pengertian sholat. Dengan tujuan agar yang belum tau menjadi tau dan bagi yang sudah tahu sebagai pengingat kembali.

Contents

Pengertian sholat

Sholat adalah Do’a sedangkan menurut isltilah adalah suatu ucapan dan gerakan yang di awali dengan takbiratul ihram dan di akhiri dengan salam.

Yang pertama makna sholat adalah do’a ialah Sebagai mana yang kita tahu do’a adalah suatu kegiatan meminta kepada Allah. Dengan kita mengerjakan sholat sebenarnya kita itu sedang berdoa.

Do’a sholat adalah bacaan sholat yang sudah Nabi Muhammad SAW ajarkan.

Sholat merupakan suatu ibadah yang wajib di kerjakan bagi semua umat islam. Jika tidak di kerjakan maka akan mendapatkan dosa besar bahkan kita bisa menjadi kafir.

Oleh sebab itu sholat merupakan suatu pembeda bagi umat islam dengan kaum kafir.

Dalil Kewajiban Sholat

Sebagai mana yang telah Allah firmankan dalam Al Qur’an.

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku´lah beserta orang-orang yang ruku” Q.s Al Baqoroh : 43

 

ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” Q.s Al An Kabut :45

 

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٥٦

’Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” Q.s An Nur :56

 

Tentunya banyak sekali ayat di dalam al qur’an yang menyeru agar kita mengerjakan sholat.

Sholat fardu adalah sholat wajib yang harus kita kerjakan selama nafas masih ada di kerongkongan kita.

Sholat fardu di bagi menjadi lima waktu yaitu :

  • Sholat Shubuh
  • Sholat Dzuhur
  • Sholat Ashar
  • Sholat Magrib
  • Sholat Isya

Bacaan Sholat Fardu

Di dalam bacaan sholat sebenarnya banyak sekali bacaan yang Rosulullah SAW ajarkan kepada para sahabat ketika itu. Namun yang akan saya abahas adalah bacaan sholat yang biasa Rosulullah baca ketika beliau sholat.

Agar anda lebih faham mari simak video di bawah ini.

Membaca Do’a iftiftah

Do’a iftiftah adalah bacaan sholat atau doa yang dibaca pelan setelah melakukan takbiratul ihram sebelum membaca surat al-fatihah.

“Ketahuilah bahwa semua doa-doa ini hukumnya mustahabbah (sunnah) dalam shalat wajib maupun shalat sunnah”.

Adapun hadits Muttafaqun ‘alaih yang bersumber dari Abu Hurairah

Hadits doa iftitah

hadits doa iftitah

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (Beliau menyebutkan doa istiftah)”.

 

Macam-macam bacaan sholat do’a iftiftah

Do’a iftitah di baca setelah takbiratul ihram pertama.

Berikut do’a iftitah yang biasa Rosulullah baca :

  • Do’a ke 1 (HR. Muslim 2/98/Bukhari 2/182)
bacaan sholat do'a iftitah

Do’a iftitah

“Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan tumur dari barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari noda-noda kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air es dan embun”.

  • Do’a ke 2 (HR. Muslim 2/185 – 186)
bacaan sholat do'a iftitah

doa iftitah 2

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau.

Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau.

Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu”.

  • Do’a ke 3 (HR. An Nasa-i, 1/143. Di shahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/251)
bacaan sholat do'a iftitah

do’a iftitah 3

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”.

  • Do’a ke 4 (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu Maajah 1/268.)
bacaan sholat do'a iftitah

do’a iftitah 5

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau”.

 

  • Do’a ke 5 (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)
doa iftitah 4

do’a iftitah 4

“Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”.

 

  • Do’a ke 6 (HR.Abu Daud 1/124, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)
doa iftitah 6

doa iftitah 6

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar (3x)”

 

  • Do’a ke 7 (HR. Muslim 2/99)
do'a iftitah 7

do’a iftitah 7

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang”.

 

  • Do’a ke 8 (HR. Muslim 2/99)
bacaan sholat do'a iftitah

do’a iftitah 8

“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan pujian

yang penuh keberkahan di dalamnya”.

 

  • Do’a ke 9 (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 – 367, 13/399, Muslim 2/184).
bacaan sholat do'a iftitah

do’a iftitah 9

“Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya.

Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman.

Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau”.

  • Do’a ke 10 (HR. Muslim 2/185).
bacaan sholat do'a iftitah

do’a iftitah 10

“Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang Engkau kehendaki”.

Bacaan sholat Surat Alfatihah

Hukum membaca surat Al-Fatihah adalah wajib di sholat wajib maupun sholat sunnah. Tanpa membaca surat Al-Fatihah sholat yang kita kerjakan akan sia-sia, karena tidak akan sah. Karena tidak sah ya otomatis sholat yang kita kerjakan tidak di terima oleh Allah SWT.

Namun membaca surat Al-Fatihah pun harus benar, artinya harus sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Menjadi orang awab bukanlah menjadi jawaban ketidak tahuan, maka dari itu kita harus belajar.

Ketika seseorang sudah benar bacaan Al-Qur’an nya maka akan terasa berbeda dengan orang yang asal membaca saja. Pastinya anda akan merasakannya juga ketika dalam proses belajar membaca Al Qur’an.

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  4. Yang menguasai di Hari Pembalasan.
  5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
  6. Tunjukilah kami jalan yang lurus.
  7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

 

Bacaan Ruku’

Ruku adalah gerakan sholat setelah takbiratul ihram dan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang lain di dalam Al Qur’an.

Adapun untuk bacaanya kita bisa membaca dari doa-doa yang ada di bawah ini. Do’a-do’a ini bersumber dari hadits yang shohih tentunya. Karena dalam beribadah haruslah kita berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Nabi.

 

  • Bacaan 1 (HR. Abu Daud 870)
bacaan sholat ruku

bacaan ruku

Subhaana robbiy al ‘azhimi wa bi hamdihi

“Maha suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagiMu”

 

  • Bacaan 2 (HR. Abu Daud 874, An Nasa’i 1144)
bacaan sholat ruku

bacaan ruku

Subhaana robbiy al ‘azhim

“Maha suci Allah yang Maha Agung”

  • Bacaan 3 (HR. Al Bukhari 817)
bacaan sholat ruku

bacaan ruku

Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfirli

“Maha Suci Allah, Rabb kami, segala puji bagiMu. Ya Allah ampuni dosaku”

  • Bacaan 4 (HR. Muslim 487).
bacaan sholat ruku

bacaan ruku

Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh

  • Bacaan 5 (HR. Muslim 771)
bacaan ruku

bacaan ruku

Allahumma laka roka’tu, wabika aamantu, walaka aslamtu, khosya’a laka sam’i wa bashori, wa mukhkhi wa ‘azhomi wa ‘ashobi

“Ya Allah, untukMu lah aku rukuk, kepadaMu lah aku beriman, untukMu lah aku berserah diri, kutundukkan kepadaMu pendengaranku dan penglihatanku, serta pikiranku, tulang-tulangku dan urat syarafku”.

Bacaan i’tidal

I’tidal adalah gerakan setelah ruku, i’tidal merupakan rukun dari sholat yang wajib ada.

Berikut macam-macam bacaan i’tidal dalam sholat :

  • Bacaan 1 (HR. al-Bukhari no. 732 dan Muslim no. 866 dari Abu Hurairah z)

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Robbana Wa Lakalhamdu.

“Wahai Rabb kami, hanya untukMulah segala pujian”.

  • Bacaan 2 (HR. al-Bukhari no. 722)

رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ

Robbanaa lakal hamdu.

“Ya Tuhan kami, bagiMu segala puji”.

  • Bacaan 3 (HR. Bukhori No: 799 dari hadits Rifa’ah ibnu Rafi)

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Robbanaa walakal hamdu hamdan katsiiron toyyiban mubaarokan fiih.

“Ya Allah, BagiMu segala puji, dengan pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi di dalamnya”.

  • Bacaan 4 (HR. Muslim no. 1067 dari hadits Abdullah ibnu Abi Aufa)

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ، وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Allaahumma robbanaa lakal hamdu, mil-us samaawaati, wa mil-ul ardli, wa mil-u maa syi’ta min syai-in ba’du

“Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apapun yang Engkau kehendaki setelah itu”.

Bacaan sholat (Sujud)

Sujud adalah suatu gerakan di dalam sholat setelah i’tidal. Untuk bacaanya adalah sama seperti bacaan saat ruku

  • Bacaan 1 (HR. Bukhari)

 سُبْحَانَكَ أللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ أللَّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhanakaallah humma wa bihamdika Allahhummagfirli.

“Maha Suci Allah, Rabb kami, segala puji bagiMu. Ya Allah ampuni dosaku”

  • Bacaan 2 (HR Muslim)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbuhu qudduusu robbulmalaikati wa arruuh

“Maha suci, Maha Bersih Tuhan malaikat dan Jibril“.

Banyak bacaan sujud yang Rosulullah SAW ajarkan kepada para sahabat.

Bacaan sholat (duduk di antara dua sujud)

  • Bacaan 1 (HR. Ahmad).

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي

Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii

“Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku”

  • Bacaan 2

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

Allahumma ghfir li warhamni wa’afini wahdini warzuqni

“Ya Allah anugerahkanlah untukku ampunan, rahmat, kesejahteraan, petunjuk dan rezeki”

Bacaan tahiyyat

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

Kemudian di sambung denga sholawat (HR. Muslim no. 588).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

 

Dianjurkan membaca do’a sesudah membaca tahiyyat

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal”.

“Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal”.