Cara Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

Budidaya ikan nila – Ternak ikan merupakan kegiatan memelihara ikan yang sangat banyak di minati semua orang. Dari peluang keuntungan yang lumayan tinggi, membudidayakan ikan juga tergolong sangat mudah.

Ikan nila mempunyai nama latin Oreochromis niloticus yang merupakan ikan jenis air tawar yang berasal dari arfika. Namun kini ikan nila sangat banyak bisa kita temukan di indonesia.

Ikan nila merupakan ikan pemakan segala dan mampu hidup di air tawar mana saja. Maka dari itu berternak ikan nila sangat lah gampang. Di indonesia ikan nila sudah tak asing lagi, karena sering di konsumsi masyarakat.

Pembudidayaan ikan nila bisa dimana saja seperti keramba, empang, kolam semen, tambak, dan lain-lain. Untuk bobotnya sendiri ikan nila mampu mencapai 1-2 kilo per ekornya tergantung masa panen ikan.

Daging ikan nila bisa di katakan sangat lezat sekali dan memiliki tekstur yang empuk bila di konsumsi. Maka dari itu ikan ini menjadi makanan faforit orang indonesia.

Bicara tentang cara budidaya ikan nila hal yang perlu anda ketahui dan anda praktekan adalah sabar dan ikhtiar. Sabar ketika hendak membudidaya dan setelah budidaya anda harus ikhtiar dengan cara anda memberikan makan dan sebagainya pada ikan nila.

Setelah itu barulah anda akan memperoleh hasil yang maksimal, dan ikan nila yang di hasilkan akan banyak dan besar.

Okeh langsung saja berikut cara menternak ikan nila

budidaya ikan nila

sumber gambar : google

Cara Ternak Dan Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

 

Memilih tempat budidaya ikan nila

kolam budidaya ikan nila

sumber gambar : google

hal yang pertama kita lakukan adalah memilih tempat untung membudidayakan ikan nila. Apakah kita akan membudidayakanya di empang, di keramba maupun di kolam sement.

Jika anda sudah menemukan tempat yang cocok maka selanjutnya anda tinggal membuat kolam tersebut. Misalnya di sini saya membudidayakan ikan nila pada kolam semen, maka saya akan membuat kolam semen itu terlebih dahulu.

Namun saya sangat menyarankan sekali jika anda menggunakan kolam dari tanah ( empang) hal ini bertujuan agar pertumbuhan ikan nila akan cepat juga akan sehat. Dan juga kita bisa menyewa lahan untuk menanam bibit ikan nila ini kepada orang yang mempunyai sebidang kolam tanah.

Namun perlu anda ketahui, demi menghasilkan ikan nila yang berkualitas tentunya anda juga harus memperhatikan kolam ikan tersebut. Berikut hal yang harus di perhatikan ketika menternak ikan nila adalah :

  • Disarankan tanah yang di gunakan adalah tanah yang lempung, seperti tanah danau dan sawah, namun pada umumnya semua tanah empang memang mempunyai karekteristik seperti itu.
  • Memilih sumber air yang di gunakan, air bersih memang sangat berpengaruh sekali pada ikan nila. Selain untuk kesehatannya juga agar ikan nila baik untuk di konsumsi nantinya.
  • Air yang di gunakan berwarna kecoklatan atau sama dengan warna air danau dan air sungai pada umumnya.

Menentukan kualitas air untuk budidaya ikan nila

air untuk budidaya ikan nila

sumber gambar : pexels

Tentunya tidak sembarang air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan nila. Ada parameter yang harus anda ketahui dalam memilih air yang berkualitas. Berikut ini parameter air yang baik untuk budidaya ikan nila.

  • Suhu, temperatur yang dimiliki air sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan nila dan juga mempengaruhi oksigen yang terkandung pada air. Suhu air yang ideal untuk budidaya ikan nila adalah berkisaran 14-38o

Suhu yang baik dalam proses perkembangbiakan ikan nila adalah dengan suhu 25-30 oC. Untuk proses pemijahan ikan nila mampu hidup dada suhu sekitar 22-37oC

  • Oksigen, seperti yang kita ketahui semua makhluk hidup tentunya sangat membutuhkan dengan yang namanya oksigen. Begitu pun dengan ikan nila, ikan nila mampu hidup dan berkembang biak dengan adanya kandungan oksigen yang terkandung pada air..
  • pH, merupakan kadar keasaman air yang akan di gunakan. Ikan nila akan sehat dan berkembang biak dengan baik pada pH antara 7-8 saja. Jika di pH tersebut maka ikan nila akan mati.
  • Amonia, merupakan sisa pakan dalam bentuk bahan organik yang dihasilkan dari kotoran ikan.

Proses pengairan kolam ikan nila

Pengairan ikan nila harus kita perhatikan, seperti yang sudah saya bahas di atas bahwa air kolam yang ideal untuk membudidayakan ikan nila adalah sekitar 80-100 cm. Namun pengairan tersebut di lakukan secara bertahap.

Jika anda menggunakan kolam ikan yang sudah lama maka anda tidak perlu mengikuti tahapan ini anda hanya harus mengairinya saja. Namun jika anda baru membuat kolam ikan hal yang harus anda lakukan adalah mengairi kolam hingga berkedalaman 10 cm saja, dan di biarkan selama beberapa hari.

Hal ini bertujuan agar tanah yang baru saja di buat kolam menjadi steril dan bersih. Setelah beberapa hari barulah anda menguras air tersebut dan menggantinya dengan air yang baru. Dan barulah anda bisa langsung menaruh bibit ikan nila pada empang tersebut.

Cara pemilihan bibit ikan nila yang unggul

pemilihan bibit ikan nilan

sumber gambar : google

Memilih bibit ikan nila yang unggul adalah syarat kedua setelah anda menentukan lokasi budidaya ikan nila tersebut. Kenapa harus memilih bibit yang bagus? Jawabanya tentunya dapat anda simpulkan pada perkataan saya tadi.

Untuk memilih bibit ikan nila di sarankan untuk memilih ikan nila jantan lebih banyak, hal ini di sebabkan karena ikan nila jantan mampu berkembang biak lebih cepat dari pada ikan nila betina. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada waktu panen nanti.

Penebaran bibit ikan nila

penebaran bibit ikan nila

sumber gambar :youtube.com

Setelah memilih benih yang bagus, langkah selanjutnya adalah menebarkan benih yang sudah di dapatkan tadi. Perlu anda ketahui terlebih dahulu sebelum anda menebarkan bibit ikan nila anda harus mengamati air kolam terlebih dahulu. Bila mana air kolam berwarna hijau je kuningan maka itu sudah wajib untuk di tanami benih.

Dengan warna air yang seperti itu dapat di ketahui bahwa w=air tesebut banyak mengandung plankton yang hidup di dalam air. Hal ini bertujuan agar ikan nila memperoleh makanan secara alami dari dalam empang.

 

Baca Juga Cara Tepat Budidaya Jamur Tiram Dengan Hasil Melimpah (Pemula)

Pemeliharaan ternak ikan nila

Ketika sudah melewati tahapan di atas langkah tepat dalam cara budidaya ikan nila adalah pemeliharaan yang tepat. Karena pada proses pemeliharaan akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan ikan nila.

Adapun hal yang harus anda perhatikan adalah sebagai berikut :

Memberi pakan ikan nila

Pemberian pakan ikan nila

sumber gambar : www.maxmanroe.com

Makanan merupakan hal penting bagi kehidupan tanpa makan makhluk hidup lama-kelamaan akan mati. Begitu juga dengan ikan nila, ikan nila pun membutuhkan makanan untuk bertahan hidup.

Maka dari itu dalam pemeliharaan ikan nila kita harus memberinya pakan agar ikan nila dapat tumbuh dengan baik. Untuk takaran pakan yang kita berikan kepada ikan nila adalah dengan perbandingan seperti berikut.

Jika di dalam terdapat 2000 ikan nila yang mempunyai ukuran 10-20 gr/ ekor maka rata-rata ikan berat bobot ikan dapat di itung 10+20/2 maka hasilnya 15gr/ekor

Sedangkan untuk menghitung jumlah pakan 15 x2000 x3% = 9.00 kg per hari.

Menjaga ikan nila dari serangan penyakit dan hama

Yang di takutkan oleh para peternak hewan adalah penyakit dan hama yang menyerang hewan peliharaanya. Begitu juga dengan budidaya ikan nila, pada dasarnya ikan nila adalah ikan yang kebal terhadap penyakit. Namun karena situasi yang lain ikan nila pun bisa terkenan penyakit seperti infeksi yang menular pada ikan lain misalnya.

Oleh karena itu sebagai seorang peternak haruslah memperhatikan ternaknya dengan cara memberikan perhatian yang baik ketika mengurusnya.

Pemanenan ikan nila

Hal yang paling di tunggu-tunggu para peternak adalah pemanenan ikan tentunya. Namun ikan nila dapat di panen setelah umur 5 bulanan. Hal ini agar ikan nila yang di panen mempunyai bobot yang bagus dan besar.

 

budidaya ikan nila dengan lahan terpal

sumber gambar : google

Cara Budidaya Ikan Nila Di Rumah

Budidaya ikan nila tidak hanya di ternak pada kolam saja, akan tetapi kita juga bisa menternak ikan nila di rumah kita sendiri. Dengan memanfaatkan lahan yang sempit tentunya kita dapat membudidayakan ikan yang satu ini.

Mungkin anda tidak percaya dengan teknik yang satu ini ikan nila kok tidak di ternak di kolam, mustahil kali. Nah itu pertanyaan bagus yang anda ajukan, coba anda fikirkan di jaman sekarang semua orang sudah pintar.

Banyak orang di sana yang mencari keuntungan dengan modal yang se minim mungkin, salah satunya mencari solusi bagaimana cara membudidayakan ikan nila namun tidak menyewa atau membuat kolam. Nah maka dari itu mereka mencari solusi terbaik dan melakukan percobaan demi percobaan.

Trik khusus yang saya bagikan disini dapat anda aplikasikan dan anda praktekan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan :

Membuat kolam ikan nila dengan terpal

Hal yang pertama anda buat adalah kolam terpal, kenapa terpal?.

Ya karena dengan terpal kita dapat menggantikan kolam dari tanah. Dengan media terpal juga ikan nila akan berkembang biak dengan baik sama halnya dengan membudidayakan ikan nila pada kolam tanah maupun kolam semen.

Bentuk kontruksi kolam terpal

Bentuk kolam terpal dapat kita bentuk menjadi persegi panjang, sedangkan untuk kedalamannya sekitar 50 cm saja. Untuk membentuk terpal maka yang kita butuhkan adalah kayu dan batu maupun batu bata.

Batu bata di tata rapih dan kemudian di bentangkan kayu di atas batu bata sehingga membentuk persegi panjang. Kemudian barulah membentangkan terpal agar membentuk kolam.  Dan kemudian terpal yang sudah di bentangkan di ganjal dengan batu yang telah disiapkan.

Setelah semua selesai maka langkah selanjutnya adalah mengisikan air ke kolam tersebut. Dengan mengisikan air kita juga dapat mengamati terpal dari kebocoran.

Penanaman bibit ikan nila

Untuk bibit ikan nila kita bisa dapatkan di dinas perikanan maupun toko benih ikan, untuk bibit yang bagus mempunyai ukuran 5-10 cm dan jika di lihat banyak bergerak di air.

Setelah kolam di berikan air maka kita harus mengurasnya terlebih dahulu. Setelah di kuras maka anda harus menyiapkan kapur dan pupuk kandang. Kedua bahan ini akan kita jadikan makanan organik untuk ikan nila.

Siapkan pupuk kandang dan campurkan dengan 25 gram kapur dan kemudian campur kedua bahan tadi. Setelah di aduk kemudian taburkan pada kolam terpal tersebut. Setelah itu barulah isi kolam kembali dengan air.

Setelah di beri air maka anda harus mendiamkan kolam tersebut selama satu minggu, hal ini bertujuan agar pada kolam terpal di tumbuhi banyak plankton.

Penyakit ikan nila

Seperti yang sudah saya terangkan bahwa ikan nila merupakan ikan yang sangat kebal sekali dengan penyakit. Namun tergantung dengan media yang di gunakan untuk berbudidaya juga. Ikan nila bisa terserang penyakit seperti ikan lain pada umumnya.

Berikut ini adalah penyakit yang sering di derita ikan nila :

  • Ikan nila terserang parasit

Parasit ini bisa tumbuh ketika kadar pH air mempunyai sifat asam yang berlebihan. Maka dari itu untuk mengatasinya kita harus mengontrol air pada kolam terpal.

  • Ikan nila mengalami stress

Tidak hanya manusia yang bisa stress, ikan pun bisa mengalami hal tersebut. Stres pada ikan diakibatkan karena suasana yang ramai dan juga bisa disebabkan karena tidak pernah mengganti air kolam secara rutin.

  • Ikan tidak suka makan

Pemberian vitamin pada ikan nila sangat di anjurkan sekali. Karena jika ikan tidak di beri vitamin kemungkinan besar ikan akan mengalami mogok makan.

Dari ketiga hal diatas tadi dapat kita simpulkan bahwa kita harus benar-benar merawat kolam agar ikan nila dapat berkembang biak dengan baik. Maka dari itu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu :

  • Membersihkan kolam secara rutin
  • Jangan menebar bibit dengan banyak sehingga memadati kolam
  • Menggunakan bibit yang baik
  • Pemeliharaan ikan nila secara rutin
  • Memberikan pakan secara rutin