Dikerjain GPS Semua Jadi Berantakan

Contents

Gara gara GPS jadi Kapok Touring

Cerita gara-gara GPS semua jadi kacau….

Hallo gan ada yang tahu GPS yang ada di hpmu itu loh. Google Maps yang ada pada hp kita sering kali kita jaddikan sbuah patokan untuk menunjukkan arah jalan. Ketika kita kebingungan mencari alamat sering kali gps menjadi solusi andalan kita.

Tidak seperti jaman dulu jaman dimana semua orang bertanya jika tidaa tahu jalan. Namun di era yang sudah canggih dan sudah maju semua orang dimudahkan oleh sebuah alat maupun aplikasi. Ya secara kita mau beli ini itu tinggal klik doang. Iya ngga sih gan wkwkwk….

Gara-gara GPS terkadang hal yang lucu bisa terjadi dan kadang juga kemarahan yang justru muncul saat tujuan kita kacau. Tapi jangan berpatokan sama GPS ya gan kita kan masih bisa bertanya sama orang. Ibarat kata “Malu bertanya sesat di jalan”.

Namun sering juga GPS menunjukkan arah yang ngawur bahkan malah kita tidak menemukan tujuan perjalanan kita. Seperti kisah saya ini gan.

Oke langsung saja ya gan cekidot…

Touring bareng

Karena di rumah merasa bosen akhirnya saya menghubungi teman-teman saya untuk berkumpul. Akhirnya kami berkumpul bersama dan langsung saya bahas mengenai touring. Akhirnya teman-teman saya setuju semua.

Keesokan harinya kami berkumpul di suatu tempat, satu demi satu kawan saya pulai kumpul. Dan setelah kami berkumpul ketika itu saya yang mengomandoi langsung naik sepeda motor dan langsung berangkat.

Saat itu kami memutuskan untuk touring jarak dekat saja dan kami sepakat untuk mengunjungi kebun raya kuningan.

Satu persatu dari kami mulai membentuk barisan konvoi bareng. Saat itu saya berada di barisan yang paling belakan.

Tutup busi Copot

Karena jalan yang sepi membuat kami melaju dengan kencang, berkecepatan 80 km/j ya kalau menurut saya kecepatan segitu masih standar ya gan.

Eh lagi enak-enaknya menarik gas motor tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras sekali. Tidak tahunya ada teman kami yang motornya mati. Saya kira ban motornya meletus, namun ternyata hanya mogok.

Kemudian kami meminggirkan sepeda motor kami ke trotoar, dan kemudian langsung saya cek motor teman saya. Ternyata motornya tidak mau nyala. Saya cek bensin masih penuh dan perkabelan pun oke.

Dari pada membuang waktu lama saya putuskan untuk mencari bengkel terdekat. Tidak jauh dari lokasi kejadian ternyata ada bengkel motor di sebrang sungai. Akhirnya saya langsung bawa motor teman saya ke bengkel itu.

Karena menggunakan motor metic bagian dalamnya tidak terlihat. Kemudian saya taruh di bengkel untuk di periksa. Yang membuat kami ketawa adalah ternyata hanya tutup businya yang copot.

“Owalah aseem banget ini” ucap saya.

Kami terus tertawa karena masalah sepele bisa buat motor mogok. Setelah tutup busi di pasang, saya tekan starter langsung terdengar suara seeerrr. “Asyik sudah nyala” haha..

Kemudian kami pun melihat GPS terlebih dahulu untuk mencari jalan pintas. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kembali.

Dengan motor yang normal kembali semangat kami tumbuh lagi. Dengan kecepatan yang sama kami berjalan sudah tiga puluh menit berlalu. Akhirnya terdengar kembali suara ledakan yang sangat keras sampai-sampai orang di sekitar jalan menengok ke arah kami.

Ternyata motornya mogok lagi, akhirnya saya buka bagian mesin motor dan ternya tutup busi copot kembali. Langsung saja saya tancapkan lagi dengan sedikit ganjalan, Motor pun bisa hidup kembali.

Nyasar Ke Sawah

Setelah melewati perbatasan kota akhirnya kami memutuskan berhenti untuk melihat GPS. Jalan menuju lokasi sudah kami temukan dengan melewati jalan pintas yang tertera pada GPS.

Akhirnya kami mengikuti jalan yang di tunjukan tersebut. jalan-jalan kami lewati hingga tiba saatnya perasaan tidak enak membenak di dalam hati. Rasa kecurigaan pun sudah mulai muncul. Tanpa pikir panjang dan saya pun sudah percaya pada GPS akhirnya kami meneruskan perjalanan.

Perjalanan pun sudah jauh dari jalan raya, kami di arahkan menuju jalan kecil kemudian melewati sawah dan kuburan. Perasaan tidak percaya pada GPS pun hilang seketika itu, Namun karena tidak tahu jalan saya ikuti jalan tersebut.

Dan setelah saya ikuti jalan tersebut akhirnya kami keluar ke jalan dimana kami masuk tadi. Gara-gara GPS saya merasa dongkol sekali waktu itu. Sudah di puter-puter tidak jelas di jalan, eh malah keluar ke jalan yang sama.

Kami pun memutuskan untuk bertanya namun kebanyakan orang memberi tahu arah yang berbeda. Rasa marah pun kembali hadir dalam hati, tapi kami hadapi dengan kesabaran.

Akhirnya kami lihat GPS lagi dan mengikuti arah jalan yang di tunjukan. Dan sama saja kami di labuhi oleh GPS, ingin sekali rasanya membanting hp saya. Tapi sayang masih baru haha.

Akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti arah jalan saja. Saat itu kami sudah berada di kota cirebon dan akan menuju langsung ke kuningan.

Menuju Kuningan

Jalan demi jalan kami susuri dan akhirnya bertemu sebuah plang penunjuk arah, di situlah kami merasa terbantu sekali. Akhirnya saya langsung belok ke arah yang di tuju, namun karena waktu ashar sudah tiba kami putuskan untuk mencari masjid dulu.

Ketika kami berjalan tiba-tiba terlihat sebuah masjid yang sepi dan kami pun langsung saja menuju masjid tersebut. setelah tiba di masjid kami langsung menunaikan ibadah sholat, dan setelah itu kami istirahat.

Setelah selesai sholat kami berbincang dengan tujuan kami, karena tujuannya masih tidak jelas dan tidak ada yang tahu. Akhirnya kami berdiam diri sejenak di masjid sambil istirahat. Sembari istirahat terlihat di saka masjid terdapat stop kontak dan kami pun menumpang mencarger hp kami.

Setelah lama kami berdiam akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami untuk menuju pariwisata terdekat yang ada di kuningan. Namun sangat di sayangkan sudah muter-muter tetap tidak di temukan juga.

Gara Gara GPS

Akhirnya kami pun memutuskan untuk ke kebun raya kuningan saja, dan kami pun sedikit penasaran dengan GPS. Akhirnya kami buka kembali GPS tersebut, kami pun mengikuti jalan yang di tunjukan di google maps.

Kami di arahkan ke atas bukit melewati gunung dan melewati wisata yang ada di sana. Tapi kami tidak peduli karena tujuan kami adalah ke kebun raya kuningan. Jalan pun terus kami lanjutkan, kami pun menuruni gunung mengikuti arahan dari GPS. Setelah berjalan jauh sangat mengecewakan sekali. Ternyata saya sudah berada di kota cirebon lagi.

Rasa kesal yang sangat membenak di hati, Kami pun saling menyalahkan satu sama lain. Namun karena waktu sudah sangat sore. Kami putuskan untuk mencari wisata yang lain.

Sampai akhirnya bertemulah dengan arah menuju puncak lagi. Kami terus menelusuri sampai puncak. Dan terpampang jelas tulisan wisata alam di pinggir jalan. Akhirnya setelah seharian berjalan ketemu juga.

Bermalam Di Masjid

Karena hari sudah gelap kami pun memutuskan untuk menginap di masjid dan melanjutkan perjalanan esok hari. Udara yang sangat dingin di sana membuat saya menggigil kedinginan. Kami pun mencari warung untuk ngopi.

Kopi yang baru saja di aduk langsung kami minum, dan yang membuat heran padahal air baru mendidih di minum langsung terasa hangat di lidah. Sembari ngopi kami pun juga memesan makanan.

Setelah makan kami pun meminta ijin untuk bermalam di masjid terdekat. Hari sudah mulai malam udara juga semakin dingin. Sekalipun sudah memakai jaket namun masih terasa sangat dingin. Kami tidak bisa tidur karena kedinginan.

Pariwisata

Setelah semalaman kedinginan, pagi-pagi sekali kami mencari warung nasi yang sudah buka. Dan akhirnya saya menemuka warung makan, kami pun langsung memesan makanan dan juga teh hangat.

Setelah makan selesai kami langsung melanjutkan perjalanan kami. Dengan mengendarai sepeda motor kami melewati tanjakan pegunungan yang terjal. Namun kami semua berhasi melewatinya. Dan tibalah saya di tempat pariwisata.

Tidak banyak buang waktu langsung saya parkirkan motor dan langsung berjalan kaki menuju tempat tersebut. Rasa bahagia kami rasakan bersama dan langsung kami saling berfoto satu sama lain.

Akhirnya bisa berwisata juga . Oke gan ini cerita saya gara-gara GPS hahaha….

Terimakasih… baca yang lain juga ya di sini

Leave a Comment