Mukhoyyam Semangat Membara

Mukhoyyam Menumbuhkan Semangat Membara Part 1

Mukhoyyam adalah suatu kegiatan berkemah bagi santri pesantren Al Urwatul Wutsqo Indramayu, Kegiatan ini biasanya di lakukan di luar kota dan bertempat biasanya di gunung-gunung yang mempunyai banyak tantangan dan keseruan. Dan biasanya kegiatan ini di laksanakan selama tiga hari, Mukhoyam tidak sama seperti berkemah di sekolah pada umumnya.

Mukhoyyam mempunyai keistimewaan tersendiri dan mempunyai aturan sendiri, Bukan hanya aturan dalam Pramuka saja yang di praktekan namun mukhoyyam juga mempraktekan nilai-nilai islam yang harus di amalkan dalam berkemah.

Mukhoyam Merupakan kegiatan wajib sebagai agenda tahunan di pesantren Al Urwatul Wutsqo. Biasanya kegiatan ini di lakukan setelah penerimaan santri baru.

Kegiatan mukhoyyam biasanya di awali dengan memulangkan para santri kembali untuk mengambil peralatan yang di butuhkan dari rumah. Seperti tikar, kompor, gas elpigi, panci, termos, dan perlengkapan obat-obatan.

Setelah para santri sudah mengumpulkan alat-alat yang sudah di ambil dari rumahnya. Barang-barang tersebut di kumpulkan menjadi persatu kelompok.

Inilah cerita pengalaman saya ketika saya menjadi santri di pesantren Al Urwatul Wutsqo. Pengalaman yang lain bisa anda baca di sini

Pembentukan Kelompok

Suasana santri baru masih sangat fress dan mungkin belum terbiasa dalam pesantren, namun itu semua hilang seketika saya berkenalan dengan teman-teman.

Waktu itu pada sore hari setelah ashar semua santri di kumpulkan baik yang santri baru maupun santri lama. kami di beri pengumuman bahwa akan di adakan kegiatan mukhoyyam dan kami di suruh untuk membentuk kelompok.

Kelompok tersebut sebenarnya sudah di atur oleh panitia, kami hanya membentuk kelomppok sesuai dengan yang di arah kan. Setelah kelompok kami terbentuk panitia pun menjabarkan keperluan yang di perlukan untuk mukhoyam nanti. Semua ketua kelompok pun di suruh mencatat perlengkapan tersebut.

Setelah panitia selesai menerangkan, Kami pun berkumpul dan kemudian semua ketua kelompok membagi tugas masing-masing kepada anggotanya. kebetulan saya mendapat tugas untuk membawa kelasa dan termos, namun yang lain juga ada yang kebagian tugas membawa kelasa tambahan.

Ngumpul di pesantren

Setelah barang-barang yang saya ambil dari rumah sudah saya bawa ke pesantren, kemudian saya mengumpulkan perlengkapan tersebut ke perlengkapan kelompok.

Nah, setelah itu kami di kumpulkan untuk mengikuti intruksi yang sudah di siapkan panitia. Penjelasan pun satu demi satu di jabarkan bahwa kita harus bagaimana di sana dang ngapain saja. Setelah sudah di terangkan kami pun membubarkan diri dan mengerjakan urusan masing-masing. Rasa tidak sabar pun membenak dalam hati saya, karena saya baru menjadi santri saat itu.

muncul lah pertanyaan di dalam hati mukhoyyam ini seperti apa sih ko banyak sekal perlengkapannya. Akhirnya saya pun mencari tahu apa itu mukhoyyam kepada salah seorang kaka kelas. Dan saya di terangkan bahwa mukhoyyam itu adalah kegiatan seperti pramuka pada umumnya.

saya pun sekarang mengerti dan rasa ingin cepat berangkat pun membenak di hati untuk segera memulai mukhoyyam itu. namun kegiatan mukhoyam akan diberangkatkan pada keesokan harinya. Sore hari pun tiba, saya pun mengikuti program pesantren seperti biasanya, saat itu agendanya adalah kajian islam.

Dengan penuh semangat saya mengikuti kegiatan tersebut. Setelah kegiatan selesai saya pun langsung mandi untuk persiapan magrib.

Selang waktu berjalan tidak terasa waktu magrib sudah masuk, akhirnya saya menunaikan ibadah magrib berjamaah. Setelah sholat saya pun seperti biasanya yaitu membaca Al qur’an sampai menjelang isya. bacaan demi bacaan saya lantunkan tidak terasa sudah adzan isya.

Saya pun menunaikan ibadah isya dahulu, setelah selesai kemudian saya menuju kamar. dan merapihkan pakaian saya.

Berangkat Naik Bus

 

Malam pun sudah berganti pagi, Suara kumandang adzan subuh terdengar jelas di kuping saya. Akhirnya saya langsung bangun dan langsung ke kamar mandi untuk berwudhu.

Kemudian saya sholat subuh berjamaah dengan santri yang lainnya. setelah sholat selesai seperti biasanya kami membaca Al ma’tsurat setiap ba’da subuh. Hari pun sudah semakin terang dan kami langsung beres-beres dan mandi seetelah itu. Setelah semua santri selesai bersiap-siap kami di kumpulkan ke lapangan untuk acara pembukaan mukhoyyam.

Kami pun berkumpul di lapangan, Akhirnya acara pembukaan mukhoyyam pun di buka. Satu demi satu santri di absen sampai selesai. Setelah pengabsenan santri selesai mulailah kami berdoa bersama dengan di pimpin satu orang.

Setelah berdo’a satu persatu kelompok di arahkan untuk memasuki mobil bus yang sudah menunggu. kami pun dapat giliran pertama karena saya termasuk kedalam kelompok pertama.

Waktu pun berjalan dan semua kelompok sudah menaiki mobil bus semua. Akhirnya kami pun berdoa bersama untuk keberangkatan di dalam bus. setelah selesai berdo’a mobil pun pelan-pelan bergerang meninggalkan asrama pesantren. Tibalah di jalan raya mobil bus langsung menaikan kecepatannya.

Di Perjalanan

Saya mendapatkan tempat duduk di pojok belakang dan sebetulnya saya baru pertama naik bus saat itu. Tidak lama mobil berjalan kepala saya terasa sangat pusing sekali, akhirnya saya pun tidur.

Namun ntah kenapa sangat susah sekali untuk bisa terlelap. Rasa pusing pun kian berganti menjadi rasa mual, pikir saya sepertinya saya mabuk bus hahaha….

Ya maklum lah namanya juga baru pertama kali, Yang membuat saya pusing adalah bau bus yang menyengat di dalam hidung saya. Sepertinya sih bau pewangi mobil namun saya sangat tidak suka dengan baunya. jangankan di dalam mobil di dalam rumah pun jika ada pewangi ruangan seperti stella selalu ingin muntah.

Akhirnya rasa pusing dan mual pun berakhir muntah di dalam bus yang saya naiki. seluruh tubuh pun tak berdaya karena sangat lemas sekali. setelah itu saking pusingnya tidak terasa saya tertidur pulas.

Sampai di perkemahan

Saat tidur pun akhirnya saya terbangun dan ternyata sudah 8 jam perjalanan untuk sampai di kota tujuan. Semua santri pun turun dari mobil juga termasuk saya. namun badan saya yang sangat lemas membuat saya tidak bertenaga sampai-sampai saya terjatuh dari pintu mobil.

Melihat pemandangan alam di perkemahan itu membuat rasa pusing saya hilang seketika. Udara yang bersih dan juga sejuk membuat saya betah disana. Setelah semua santri turun kami pun di arah kan ke sebuah lapangan untuk berkumpul. kami pun semuanya berbaris rapih kemudian kami di berikan arahan kembali.

Membangun Tenda

Setelah berkumpul kami pun di bubarkan untuk langsung membuat tenda. Kami pun langsung mencari tempat yang cocok untuk kami jadikan tempat mendirikan tenda. akhirnya tempat pun kami dapatkan dan tanpa buang waktu kami langsung mendirikan tenda.

Tenda pun berhasil kami buat dengan kerjasama, Setelah tenda selesai kami mencari kayu kering di sekitar perkemahan untuk di jadikan api unggun di malam hari agar terasa hangat. Kami pun berpencar mencari kayu, Setelah kayu terkumpul kami di berikan komando oleh panitian untuk berkumpul namun hanya ketua kelompok masing-masing saja.

Oke gan sampai di sini dulu ceritanya capek ngetiknya saya lanjutkan besok ya gan, untuk lanjutanya klik aja di sini

Leave a Comment