Pengertian HAM

Setiap manusia pasti memiliki haknya masing-masing ntah itu hak pribadi maupun hak umum. Setiap manusia memiliki hak untuk dilindungi dan hak untuk melindungi orang lain. Sudah menjadi kewajiban bagi semua orang untuk saling lindung melindungi antar sesama manusia.

Dari penjelasan diatas secara tidak langsung kita sudah sedikit membahas mengenai hak asasi manusia. Hak yang dimiliki oleh setiap individu untuk mendapatkan hal yang baik dalam dirinya. Mengenai hak asasi manusia berikut pengertiannya.

Pengertian HAM

Pengertian Hak Asasi Manusia
pixabay.com

HAM merupakan singkatan dari hak asasi manusia yang mana dalam setiap katanya memiliki makna masing-masing. Hak adalah kepunyaan atau kepemilikan, asasi adalah suatu hal yang utama dan mendasar. Jika digabungkan maka akan bermakna suatu hal yang mendasar yang dimiliki manusia.

HAM adalah hak dasar yang dimiliki oleh manusia sejak masih berada didalam kandungan dan setelah lahir yang berlaku universal dan diakui oleh setiap orang. Jadi hak asasi manusia adalah hak dasar setiap individu sejak berada didalam kandungan sampai individu tersebut meninggal dunia.

Hak yang bagaimana yang dimiliki oleh semua orang, yakni hak untuk hidup, hak mendapat perlindungan, dan hak-hak yang lainya.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Para Ahli
pixabay.com

Agar lebih memudahkan dalam memahami arti HAM, ada beberapa pendapat para ahli yang menjelaskan mengenai pengertian HAM. Berikut ini beberapa pengertian HAM menurut para ahli:

1. Jan Meterson

Pengertian hak asasi manusia menurut Jan Meterson yaitu hak-hak yang ada pada diri setiap manusia. Yang mana tanpa adanya HAM manusia mustahil bisa hidup sebagai manusia.

2. John Locke

Menurut John Locke, HAM adalah hak-hak yang diberikan tuhan secara langsung kepada manusia sebagai kodrat. Maka dari itu tidak ada kekuatan dan kekuasaan apapun yang bisa mencabutnya di dunia. HAM pada dasarnya bersifat fundamental  (mendasar) dalam kehidupan dan pada hakikatnya adalah suci.

3. Jack Donnely

Pengertian HAM menurut Jack Donnely adalah semua hak yang dimiliki manusia oleh karena ia manusia. Semua manusia memilikinya bukan karena masyarakat dan hukum tidak memberikan hak kepadanya. Hal ini semata-mata berdasarkan martabatnya sendiri sebagai manusia.

4. Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiarjo, Ham adalah hak yang dimiliki oleh setiap orangsejak terlahir kedunia. Hak bersifat universal yang mana disebabkan tanpa adanya perbedaan kelamin, budaya, suku, ras dan agama.

5. Oemar Seno Adji

Pengertian HAM yang dituturkan Oemar Seno Adji ialah sebuah hak yang melekat pada setiap manusia sebagai insan yang bermartabat atas ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang bersifat tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.

6. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Pengertian HAM menurut Prof. Koentjoro adalah hak yang bersifat asasi (mendasar). Hak-hak yang dimiliki oleh setiap manusia berdasarkan kodratnya. Yang mana tidak akan bisa dipisahkan oleh siapapun maka dari itu hak tersebut bersifat suci.

7. David Beetham & Kevin Boyle

Menurut David dan Kevin, Ham adalah hak individual yang berasal dari kebutuhan dan kapasitas manusia itu sendiri.

Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia (HAM)

Ciri-CIri Hak Asasi Manusia
pixabay.com

Pada dasarnya hak asasi manusia memiliki ciri khusus yang mana tidak terdapat pada jenis hak lainya. Ada 4 macam ciri hak asasi manusia, berikut penjelasanya.

  1. HAM tidak diberikan kepada seseorang, melainkan hak yang merupakan milik semua orang baik dalam hak ekonomi, hak sipil, hak politik, hak sosial dan hak budaya.
  2. HAM tidak bisa dicabut, dihilangkan ataupun diserahkan.
  3. HAM bersifat hakiki, yakni hak yang sudah dimiliki manusia sejak lahir kedunia.
  4. HAM bersifat universal yang mana berlaku untuk semua manusia tanpa memandang status baik gender, suku dan perbedaan lainya.

Macam-Macam HAM

Berdasarkan pengertian dan ciri-cirinya HAM dibagi menjadi 6 macam jenis yakni:

1. Hak Asasi Pribadi (Personal RIghts)

Hak ini merupakan hak asasi dalam kehidupan pribadi pada setiap individu. Yang mana setiap manusia memiliki hak pribadi dalam semua aspek kehidupan. Manusia membutuhkan sebuah kebebasan seperti:

  • Kebebasan untuk memberikan pendapat.
  • Kebebasan dalam berorganisasi.
  • kebebasan untuk bergerak dan berpindah ke berbagai tempat.
  • Kebebasan dalam memeluk agama dan menjalankan kepercayaan sesuai keyakinannya masing-masing.

2. Hak Asasi Politik (Political Rights)

Hak ini merupakan hak yang bercakupan dengan dunia politik, yakni hak yang terkait kebidupan politik seseorang. Yang mana semua orang berhak untuk mendapatkan hak asasi politik seperti:

  • Hak untuk memilih dan dipilih dalam sebuah pemilihan.
  • Hak untuk ikut serta dalam kegiatan pemerintah.
  • Hak untuk membuat usulan petisi.
  • Hak untuk mendirikan organisasi politik atau partai.

3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Hak ini mengacu pada keadilan sebuah hukum. Artinya semua manusia berhak mendapatkan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintah. Dan tidak dibeda-bedakan antara hukuman bagi orang yang bergelar dengan orang biasa. Adapun contoh kasusnya seperti berikut:

  • Hak untuk mendapatkan perlakuan sama dalam hukum pemerintahan.
  • Hak untuk memperoleh pelayanan dan perlindungan hukum.\
  • Hak untuk menjadi pegawai negri sipil.

4. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak tersebut berkaitan dengan kegiatan perekonomian pada setiap individu. Yang mana setiap individu memperoleh hak asasi sebagai berikut:

  • Hak untuk kebebasan dalam kegiatan jual beli.
  • Hak kebebasan dalam memiliki sesuatu.
  • Hak untuk memilih dan memperoleh pekerjaan yang pantas.
  • Hak kebebasan untuk melakukan perjanjian kontrak.
  • Kebebasan dalam sewa-menyewa dan hutang-piutang.

5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak ini sama dengan hak asasi hukum yang mana hak asasi peradilan adalah hak untuk mendapat perlakuan sama dalam pengadilan. Berikut beberapa contohnya:

  • Hak untuk mendapat pembelaan hukum di pengadilan.
  • Hak untuk mendapatkan perlakuan dan hukuman yang sama atas penggledahan, penahanan, penangkapan dan penyelidikan.

6. Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Rights)

Hak ini mengacu pada moral individu dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih gampangnya hak ini mengacu pada gaya hidup individu didalam lingkungan masyarakat. Beberapa contoh hak asasi sosial sebagai berikut:

  • Hak untuk memilih, menentukan dan mendapatkan pendidikan.
  • Hak untuk mendapatkan pengajaran.
  • Hak untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

Undang-Undang Tentang HAM

1. Pasal 28A Mengatur Tentang Hak Hidup

Dalam pasal ini mengandung makna yakni semua orang atau individu berhak untuk hidup dan berhak untuk bertahan hidup dalam kehidupanya.

2. Pasal 28B Mengatur Tentang Hak Berkeluarga

  • Setiap individu berhak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan memalui perkawinan yang sah.
  • Setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas pemberian baerasal dari diskriminasi dan kekerasan.

3. Pasal 28C Mengatur Tentang Hak Memperoleh Pendidikan

  • Setiap individu berhak memperoleh pendidikan dan mendapatkan fungsi berasal dari ilmu, seni, teknologi dan budaya untuk menambah mutu hidupnya dan kesejahteraan bangsa. Serta berhak dalam mengembangkan diri melalui pemenuhan dasar.
  • Setiap individu mempunyai hak dalam memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara.

4. Pasal 28D Mengatur Tentang Kepastian Hukum

  • Setiap individu memiliki hak atas pengakuan, perlindungan, jaminan dan kepastian hukum yang adil dan perlakuan hukum yang serupa.
  • Setiap individu berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil serta layak dalam jalinan kerja.
  • Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapat kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
  • Setiap individu/orang berhak atas status kewarga negaraanya.

5. Pasal 28E Mengatur Tentang Kebebasan Beragama

  • Setiap individu memiliki hak untuk bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,  memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan,memilih pendidikan dan pengajaran, memilih daerah tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak untuk kembali.
  • Setiap individu memiliki hak atas kebebasan meyakini kepercayaan, memperlihatkan asumsi dan sikap, sesuai bersama dengan hati nuraninya.
  • Setiap individu memiliki hak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

6. Pasal 28F Mengatur Tentang Komunikasi dan Informasi

  • Setiap individu/orang memiliki hak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya
  • Serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan memberikan informasi bersama dengan memanfaatkan segala style saluran yang tersedia.

7. Pasal 28G Mengatur Hak Perlindungan Diri

  • Setiap individu memiliki hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dimilikinya, serta berhak atas rasa safe dari ancaman keresahan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
  • Setiap individu memiliki hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak mendapatkan suaka politik berasal dari negara lain.

8. Pasal 28H Mengatur Tentang Kesejahteraan dan Jaminan Sosial

  • Setiap individu/orang memiliki hak untuk hidup sejahtera secara lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan tertentu untuk mendapatkan kesempatan dan fungsi yang serupa fungsi capai persamaan dan keadilan.
  • Setiap orang memiliki hak atas jaminan sosial yang terlalu mungkin pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
  • Setiap orang/individu berhak dalam membawa hak milik privat dan hak milik selanjutnya tidak boleh diambil alih alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

9. Pasal 28I Mengatur Hak-Hak Basic Asasi Manusia

  • Setiap individu berhak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan asumsi dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai privat dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas basic hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak sanggup dikurangi didalam keadaan apa pun.
  • Setiap orang/individu berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas basic apa pun dan berhak mendapatkan pemberian pada perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
  • Identitas budaya dan hak penduduk tradisional dihormati selaras bersama dengan perkembangan zaman dan peradaban.
  • Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, khususnya pemerintah.
  • Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai bersama dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan didalam ketentuan perundangan-undangan.

10. Pasal 28J Mengatur Tentang Penghormatan HAM

  • Setiap orang/individu wajib menghargai hak asasi manusia orang lain di dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, tiap-tiap individu/orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan bersama dengan undang-undang bersama dengan maksud sebatas untuk menjamin pernyataan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk mencukupi tuntutan yang adil sesuai bersama dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum didalam suatu penduduk demokratis.

Contoh Pelanggaran HAM di Indonesia

Hak asasi manusia memang sudah menjadi hal yang sepantasnya harus diterapkan. Hal ini dikarenakan semua orang yang hidup memiliki hak dalam hidup, hak untuk mendapat penjagaan dan hak lainya.

Akan tetapi di negara indonesia meskipun pelanggaran HAM ini sudah dijelaskan dalam UUD 1945. Pada kenyataanya masih ada oknum yang melanggar HAM.

Berikut beberapa contoh pelanggaran HAM yang terjadi di negara Indonesia:

  1. Peristiwa pembantaian di Rawagede 1945.
  2. Peristiwa tragedi pembantaian massal PKI – 1965-1966.
  3. Peristiwa Tanjung Priok 1984.
  4. Peristiwa penembak misterius (Petrus) tahun 1982-1985.
  5. Peristiwa Santa Cruz – 1991.
  6. Pembunuhan aktivis buruh wanita, Marsinah tahun 1993.
  7. Penganiayaan wartawan bernama Udin – 1996.
  8. Peristiwa Semanggi dan kerusuhan Mei tahun 1998.
  9. Tragedi Trisakti – 1998.
  10. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi – 1998.
  11. Peristiwa Wamena berdarah pada April 2003.
  12. Kasus Bulukumba tahun 2003.
  13. Peristiwa Abepura Papua – 2003.
  14. Pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib – 2004.

Leave a Comment